Ucapan Terbaik

Banyak diantara kita yang spontan mengucapkan kata syukur, tatkala mendapatkan suatu karunia berupa kenikmatan. Bahkan ada diantara kita yang spontan sujud syukur saat mendapatkan apa yang dicita-citakan. Bahkan ucapan syukur tidak luput setelah beberapa saat kemudian. 

Tetapi apakah hal yang sama sering kita lakukan tatkala mendapatkan hal yang sebaliknya. Dari hal yang kecil, apa yang pertama kali kita ucapkan saat jari tangan kita tertusuk jarum? Apa yang pertama kali kita ucapkan tatkala terjatuh dari motor? Atau yang lainnya. Sebagian besar dari kita pasti merintih kesakitan, setelah itu baru kita ber-istighfar, bahkan ada yang merintih dan lupa ber-istighfar. Bahkan ada yang mengucapkan alhamdulillah tatkala terkena musibah.

Mungkin itulah gambaran dari keimanan dan ketaqwaan kita. Karena Rasulullah SAW memerintahkan kita umatnya untuk bertaqwa dan bersabar. Beliau yang mulia, menyampaikan bahwa sabar itu adalah pada saat hentakan yang pertama (HR. Bukhori I/430 no.1223, Muslim II/637 no.926 dan Abu Daud II/210 no.3124).

Disini yang akan saya tekankan adalah pada saat sakratul maut. Bagaiman kita bisa lolos sakratul maut dengan predikat husnul khotimah, saat kita tertusuk jarum saja kita merintih dan ngomel, lupa mengucapkan kalimat thoyyibah. Bagaiman kita bisa lolos sakratul maut yang begitu dahsyat, tatkala kita mendapat sedikit saja kesakitan, kita “menyumpah-serapah”. Dahsyatnya sakratul maut ditambah gencarnya bujuk rayu iblis menambah beratnya sakratul maut. Yang menjadi harapan kita adalah saat itu kita bisa mengucapkan kalimat thoyyibah, laa ilaa ha illallah. Tetapi apakah kalimat thoyyibah menjadi kebiasaan ucapan kita, tatkala suka ataupun duka.

Mungkin diantara kita pernah mendengar bahwa kita akan diwafatkan atas apa yang kita cintai*. Kita menginginkan mati dalam keadan baik, dalam keadaan mengucapkan kalimat thayyibah, tetapi kalimat itu jarang kita lantunkan. Hal ini bisa kita lihat dalam keseharian kita. Kata apa saja yang keluar dari lisan kita hari ini? Terlebih ucapan apa yang kita ucapkan tatkala kita pertama kali ditimpa musibah? Itulah gambaran kebiasaan ucapan lisan kita. Semoga Allah perkenankan kita untuk mati dalam keadaan Syahid dijalan-NYa, mati dalam keadaan Khusnul Khotimah. Amiin Yaa Robbal ‘Alamainn.
Wallahu a’lam.

0 Response to "Ucapan Terbaik"

Posting Komentar